Selamat Datang Di Blog Rommy and His Friends

Minggu, 25 Juli 2021

1.4.a.10.2 Aksi Nyata - Budaya Positif - Forum Berbagi Aksi Nyata

PENUMBUHAN BUDAYA POSITIF 
DI SDN 25 PALU 

MELALUI PEMBIASAAN-PEMBIASAAN DAN KESEPAKATAN KELAS




Latar Belakang

Budaya positif di sekolah adalah kebiasaan yang disepakati bersama untuk dijalankan dalam waktu yang lama. Jika kebiasaan positif ini sudah membudaya maka nilai-nilai karakter yang diharapkan akan terbentuk dalam diri peserta didik. Dengan membiasakan budaya positif maka akan menumbuhkan semangat warga sekolah untuk senantiasa belajar tentang sesuatu yang memiliki nilai –nilai kebaikan.

Agar lebih memahami urgensi budaya positif di sekolah, kita perlu memahami peran sekolah sebagai institusi pembentukan karakter. Ketika kita berbicara sekolah sebagai institusi pembentukan karakter. Mari kita ingat kembali makna pendidikan sendiri dari Bapak Pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara “Adapun maksud pendidikan yaitu: menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada anak-anak itu agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya” (dikutip dari buku Ki Hajar Dewantara seri 1 pendidikan halaman 20)

Kutipan tersebut mengisyaratkan kita sebagai guru untuk membangun komunitas di sekolah untuk menyiapkan murid di masa depan agar menjadi manusia berdaya tidak hanya untuk pribadi tapi berdampak pada masyarakat.Pertanyaannya sekarang adalah karakter seperti apa yang bisa menyiapkan murid menjadi manusia dan anggota masyarakat untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan seperti tujuan pendidikan sendiri. Jika kita mengacu pada Profil Pelajar Pancasila, “Pelajar Indonesia merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku sesuai nilai-nilai Pancasila.” Pelajar yang memiliki profil yang demikian itu adalah pelajar yang terbangun utuh keenam dimensi pembentuknya, yaitu: 1) beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, 2) mandiri, 3) bergotong-royong, 4) berkebinekaan global, 5) bernalar kritis, dan 6) kreatif.

 Sebagai agen perubahan pada satuan pendidikan,CGP merasa bertanggung jawab terhadap pembentukan karakter peserta didik untuk itu CGP menanamkan nilai-nilai karakter baik kepada peserta didik melalui bimbingan langsung kepada murid guna mewujudkan Profil Pelajar Pancasila sebagai bentuk aksi nyata CGP.


Deskripsi Aksi Nyata

A.                    A.    Tujuan

               Adapun tujuan dari aksi nyata ini adalah  Terciptanya budaya positif di             sekolah sesuai dengan tujuan pendidikan menurur KHD antara lain :

  1. Menerapkan budaya positif di sekolah melalui kesepakatan kelas sehingga dapat menumbuhkan karakter baik pada siswa seperti mandiri, tanggung jawab, percaya diri, dan saling menghargai
  2. Menjadikan guru sebagai teman belajar,guna mewujudkan murid merdeka belajar.

 

B.          B.  Tolak Ukur

         Dalam menjalankan aksi nyata ini CGP mengamati beberapa indicator yang dijadikan sebagai tolak ukur antara lain sebagai berikut :

  1. Berperilaku sopan dan bertutur kata santun
  2.  Melakukan segala sesuatu dengan tepat waktu
  3. Dapat menyelesaikan tugas tanpa memerlukan bantuan orang lain
  4. Saling mengargai antar warga  sekolah
  5. Aktif,kreatif  dan tertib  di kelas dan lingkungan sekolah
  6. Bersemangat dalam pembelajaran
  7. Memelihara kebersihan diri dan lingkungan sekolah

Untuk dapat melihat perkembangan dari pembelajaran modul 1.4 yang telah diikuti melalui LMS CGP melakukan suatu aksi nyata di sekolah untuk dapat menerapkan budaya positif. Saya melakukan suatu bentuk aksi nyata dengan memulai melatih murid dengan  membuat kesepakatan kelas. Adapun hal-hal yang saya lakukan sebelum menyusun kesepakatan kelas adalah sebagai berikut :

  • Mengidentifikasi murid dari berbagai aspek latar belakang,menganalisis budaya-budayapositif  yang  telah ada di sekolah
  •  Memaparkan dan penyamaan persepsi tentang rencana tindakan aksi yang akan dilakukan kepada seluruh warga sekolah


Hasil Aksi Nyata

          Hasil dari aksi nyata yang telah saya lakukan adalah :

  1. Adanya data tentang latar belakang murid di sekolah,melalui biodata murid dan hasil wawancara dengan guru sebelumnya
  2. Adanya informasi yang tertuang dalam visi misi sekolah dan aturan sekolah,tentang penerapan budaya sekolah
  3. Adanya pemahaman dan dukungan kepada seluruh warga sekolah terkait aksi nyata yang akan dilakukan
  4. Membuat  kesepakatan kelas
  5. Pembiasaan berperilaku sopan dan bertutur kata santun
  6. Pembiasaan disiplin dan tertib
  7. Pembiasaan menghargai orang yang lebih tua,sesama dan yang lebih muda
  8. Melakukan pembelajaran PAIKEM (pembelajaran aktif,inovatif,kreatif,efektif dan menyenangkan)
  9. Aktif dalam kegiatan-kegiatan sekolah (ekstrakurikuler)
  10. Pembiasaan menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekolah


Pembelajaran Yang di Dapat Dalam Menjalankan Aksi Nyata

A.               A. Keberhasilan

 1.   Dukungan dari seluruh warga sekolah terkait aksi nyata yang dilakukan
 2.   Terciptanya  kesepakatan kelas
 3.   Terciptanya  pembiasaan berperilaku sopan dan bertutur kata santun 
 4.   Terciptanya  pembiasaan disiplin dan tertib 
 5.   Terciptanya menghargai orang yang lebih tua,sesame dan yang lebih muda 
 6.   Terciptanya pembelajaran PAIKEM (pembelajaran
      aktif,inovatif,kreatif,efektif dan menyenangkan) 
 7.   Terciptanya pembiasaan menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekolah

A.   

        B. Hasil Yang Kurang Maksimal

1.   Dalam pelaksanaan kesepakatan kelas,belum menjangkau semua                    murid,karena keterbatasan akses internet dan HP yang dimiliki murid.

2.   Pembelajaran PAIKEM belum terlaksana dengan baik,karena masih                melakukan PJJ daring. 

3.   Kegiatan-kegiatan sekolah (ekstrakurikuler) belum dapat dilakukan karena     pandemi covid-19 yang belum reda.


Rencana Perbaikan dimasa Mendatang

  1. Membuat kesepakatan kelas secara menyeluruh yaitu melibatkan seruluh murid di kelas.
  2. Adanya kelas yang juga membuat kesepakatan kelas
  3. Membuat poster-poster atau slogan-slogan untuk mengingatkan dan memberikan penguatan kepada murid untuk lebih mengingat kesepakatan yang telah dibuat
  4. Evaluasi kesepakatan-kesepakatan kelas yang telah dibentuk
  5. Lebih mengoptimalkan pembelajaran yang berpihak kepada murid melalui PAIKEM.
  6. Memperbanyak kegiataan murid guna menumbuhkan kemandirian,percaya diri

  

Lampiran Dokumentasi



memaparkan rencana aksi tindaklanjut CGP kepada kepala sekolah



memaparkan dan penyamaan  persepsi tentang rencana aksi tindaklanjut CGP kepada kepala sekolah dan rekan sejawat




Wujud Penanaman budaya disiplin dan tertib








Kesepakatan Kelas



Pembentukan karakter












Pembelajaran PAIKEM















Tidak ada komentar:

Posting Komentar