PENUMBUHAN BUDAYA POSITIF
DI SDN 25 PALU
MELALUI PEMBIASAAN-PEMBIASAAN DAN KESEPAKATAN KELAS
Latar Belakang
Budaya
positif di sekolah adalah kebiasaan yang disepakati bersama untuk dijalankan
dalam waktu yang lama. Jika kebiasaan positif ini sudah membudaya maka
nilai-nilai karakter yang diharapkan akan terbentuk dalam diri peserta didik.
Dengan membiasakan budaya positif maka akan menumbuhkan semangat warga sekolah
untuk senantiasa belajar tentang sesuatu yang memiliki nilai –nilai kebaikan.
Agar
lebih memahami urgensi budaya positif di sekolah, kita perlu memahami peran
sekolah sebagai institusi pembentukan karakter. Ketika kita berbicara sekolah
sebagai institusi pembentukan karakter. Mari kita ingat kembali makna
pendidikan sendiri dari Bapak Pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara “Adapun
maksud pendidikan yaitu: menuntun segala kekuatan kodrat yang ada pada
anak-anak itu agar mereka sebagai manusia dan sebagai anggota masyarakat dapat
mencapai keselamatan dan kebahagiaan setinggi-tingginya” (dikutip dari
buku Ki Hajar Dewantara seri 1 pendidikan halaman 20)
Kutipan
tersebut mengisyaratkan kita sebagai guru untuk membangun komunitas di sekolah
untuk menyiapkan murid di masa depan agar menjadi manusia berdaya tidak hanya
untuk pribadi tapi berdampak pada masyarakat.Pertanyaannya sekarang adalah
karakter seperti apa yang bisa menyiapkan murid menjadi manusia dan anggota
masyarakat untuk mencapai keselamatan dan kebahagiaan seperti tujuan pendidikan
sendiri. Jika kita mengacu pada Profil Pelajar Pancasila, “Pelajar Indonesia
merupakan pelajar sepanjang hayat yang memiliki kompetensi global dan berperilaku
sesuai nilai-nilai Pancasila.” Pelajar yang memiliki profil yang demikian itu
adalah pelajar yang terbangun utuh keenam dimensi pembentuknya, yaitu: 1)
beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, 2) mandiri,
3) bergotong-royong, 4) berkebinekaan global, 5) bernalar kritis, dan 6)
kreatif.
Deskripsi Aksi Nyata
A. A. Tujuan
Adapun tujuan dari aksi nyata ini adalah Terciptanya budaya positif di sekolah sesuai dengan tujuan pendidikan menurur KHD antara lain :
- Menerapkan budaya positif di sekolah melalui kesepakatan kelas sehingga dapat menumbuhkan karakter baik pada siswa seperti mandiri, tanggung jawab, percaya diri, dan saling menghargai
- Menjadikan guru sebagai teman belajar,guna mewujudkan murid merdeka belajar.
Dalam menjalankan aksi nyata ini CGP mengamati beberapa indicator yang dijadikan sebagai tolak ukur antara lain sebagai berikut :
- Berperilaku sopan dan bertutur kata santun
- Melakukan segala sesuatu dengan tepat waktu
- Dapat menyelesaikan tugas tanpa memerlukan bantuan orang lain
- Saling mengargai antar warga sekolah
- Aktif,kreatif dan tertib di kelas dan lingkungan sekolah
- Bersemangat dalam pembelajaran
- Memelihara kebersihan diri dan lingkungan sekolah
Untuk
dapat melihat perkembangan dari pembelajaran modul 1.4 yang telah diikuti
melalui LMS CGP melakukan suatu aksi nyata di sekolah untuk dapat menerapkan
budaya positif. Saya melakukan suatu bentuk aksi nyata dengan memulai melatih
murid dengan membuat kesepakatan kelas. Adapun
hal-hal yang saya lakukan sebelum menyusun kesepakatan kelas adalah sebagai
berikut :
- Mengidentifikasi murid dari berbagai
aspek latar belakang,menganalisis budaya-budayapositif yang telah ada di sekolah
- Memaparkan dan penyamaan persepsi tentang
rencana tindakan aksi yang akan dilakukan kepada seluruh warga sekolah
Hasil
Aksi Nyata
Hasil dari aksi nyata yang telah saya
lakukan adalah :
- Adanya data tentang latar belakang
murid di sekolah,melalui biodata murid dan hasil wawancara dengan guru sebelumnya
- Adanya informasi yang tertuang dalam
visi misi sekolah dan aturan sekolah,tentang penerapan budaya sekolah
- Adanya pemahaman dan dukungan kepada
seluruh warga sekolah terkait aksi nyata yang akan dilakukan
- Membuat kesepakatan kelas
- Pembiasaan berperilaku sopan dan
bertutur kata santun
- Pembiasaan disiplin dan tertib
- Pembiasaan menghargai orang yang lebih
tua,sesama dan yang lebih muda
- Melakukan pembelajaran PAIKEM
(pembelajaran aktif,inovatif,kreatif,efektif dan menyenangkan)
- Aktif dalam kegiatan-kegiatan sekolah
(ekstrakurikuler)
- Pembiasaan
menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekolah
Pembelajaran Yang di Dapat Dalam Menjalankan Aksi
Nyata
A. A. Keberhasilan
1. Dukungan dari seluruh warga sekolah terkait aksi nyata yang dilakukan
2. Terciptanya kesepakatan kelas
3. Terciptanya pembiasaan berperilaku sopan dan bertutur kata santun
4. Terciptanya pembiasaan disiplin dan tertib
5. Terciptanya menghargai orang yang lebih tua,sesame dan yang lebih muda
6. Terciptanya pembelajaran PAIKEM (pembelajaran
aktif,inovatif,kreatif,efektif dan menyenangkan)
7. Terciptanya pembiasaan menjaga kebersihan diri dan lingkungan sekolah
A.
B. Hasil Yang Kurang Maksimal
1. Dalam pelaksanaan kesepakatan kelas,belum menjangkau semua murid,karena keterbatasan akses internet dan HP yang dimiliki murid.
2. Pembelajaran PAIKEM belum terlaksana dengan baik,karena masih melakukan PJJ daring.
3. Kegiatan-kegiatan sekolah (ekstrakurikuler) belum dapat dilakukan karena pandemi covid-19 yang belum reda.
Rencana Perbaikan dimasa Mendatang
- Membuat kesepakatan kelas secara
menyeluruh yaitu melibatkan seruluh murid di kelas.
- Adanya kelas yang juga membuat
kesepakatan kelas
- Membuat poster-poster atau
slogan-slogan untuk mengingatkan dan memberikan penguatan kepada murid untuk
lebih mengingat kesepakatan yang telah dibuat
- Evaluasi kesepakatan-kesepakatan kelas yang telah dibentuk
- Lebih mengoptimalkan pembelajaran yang
berpihak kepada murid melalui PAIKEM.
- Memperbanyak kegiataan murid guna menumbuhkan kemandirian,percaya diri
Lampiran Dokumentasi
memaparkan
rencana aksi tindaklanjut CGP kepada kepala sekolah
memaparkan
dan penyamaan persepsi tentang rencana
aksi tindaklanjut CGP kepada kepala sekolah dan rekan sejawat
Wujud
Penanaman budaya disiplin dan tertib
Kesepakatan
Kelas
Pembentukan
karakter
Pembelajaran
PAIKEM















Tidak ada komentar:
Posting Komentar